Berjalanlah sejauh mungkin hingga kau merasakan kakimu hampir patah. Hiruplah udara malam segar sebanyak-banyaknya hingga dadamu terasa sesak. Kemudian kembalilah ke kamarmu. Lupakan semua masalahmu, hempaskan semua rasa sakitmu dan nikmati kelelahanmu dengan berdoa berharap hari esok akan jauh lebih indah. Panjatkan doamu berulang-ulang hingga kau tertidur lelap.
Menyusuri jalan lurus penuh sesak mahasiswa dan masyarakat
sekitar yang berlalu lalang. Tertunduk berharap menemukan jalan terbaik di
bawah sana. Tanpa sadar sebuah motor dengan derungan gasnya yang sangar sudah
ada di depan mata. Hanya berjarak beberapa centi saja. Woooiiiii teriak
pengemudi motor. Hanya bisa berucap maaf sambil menundukkan badan. Allah masih
dan akan selalu sayang, batinku. Kembali kususuri jalan penuh sesak manusia dan
kendaraan beroda itu.
Entah mau kemana dan untuk apa hanya berjalan saja hingga ku rasakan kakiku mulai menjerit kelelahan. Dadakupun sudah cukup dibuat sesak dengan hirupan udara malam segar yang bercampur polusi kendaraan ditambah lagi teriakan pengemudia motor dan derungan motornya tadi cukup membuatku shock terapy sesaat. Akhirnya kutemukan jawaban dalam perjalanan pulang. FOKUS. Aku hanya perlu kembali fokus. NIAT dan TUJUAN.
Aku hanya perlu meluruskan niat dan memperbaiki tujuan. Allah memberiku kesempatan menimba ilmu di sini bukan tanpa alasan dan tanpa banyak pelajaran. Allah selalu memberikan ujian dengan soal yang sama dimana aku belum sempat menjawab dengan tepat. Jika itu dosen yang hanya manusia biasa mungkin sudah cukup muak dan akan memberikan nilai Error. Tapi ini berbeda. Dia Penciptaku, Dia Pelindungku, yang masih dan akan selalu sayang padaku hingga tak bosan-bosannya memberikanku ujian – ujian yang sama berharap aku bisa menjawabnya. Bukan dengan menjawab seadanya apalagi mengosongkan jawabannya. * (*baca : melarikan diri).
Menjadi dewasa mungkin intinya. Selalu dan sederhana. Tapi terlalu banyak makna. Aku hanya ingin lulus ujian ini. Hingga nanti aku bisa naik tingkat untuk menjawab soal-soal ujian selanjutnya yang pastinya akan memberikan banyak pelajaran hidup. Aku hanya ingin jadi manusia yang jauh lebih baik lagi. Terus dan selalu memperbaiki diri. Titik.
Entah mau kemana dan untuk apa hanya berjalan saja hingga ku rasakan kakiku mulai menjerit kelelahan. Dadakupun sudah cukup dibuat sesak dengan hirupan udara malam segar yang bercampur polusi kendaraan ditambah lagi teriakan pengemudia motor dan derungan motornya tadi cukup membuatku shock terapy sesaat. Akhirnya kutemukan jawaban dalam perjalanan pulang. FOKUS. Aku hanya perlu kembali fokus. NIAT dan TUJUAN.
Aku hanya perlu meluruskan niat dan memperbaiki tujuan. Allah memberiku kesempatan menimba ilmu di sini bukan tanpa alasan dan tanpa banyak pelajaran. Allah selalu memberikan ujian dengan soal yang sama dimana aku belum sempat menjawab dengan tepat. Jika itu dosen yang hanya manusia biasa mungkin sudah cukup muak dan akan memberikan nilai Error. Tapi ini berbeda. Dia Penciptaku, Dia Pelindungku, yang masih dan akan selalu sayang padaku hingga tak bosan-bosannya memberikanku ujian – ujian yang sama berharap aku bisa menjawabnya. Bukan dengan menjawab seadanya apalagi mengosongkan jawabannya. * (*baca : melarikan diri).
Menjadi dewasa mungkin intinya. Selalu dan sederhana. Tapi terlalu banyak makna. Aku hanya ingin lulus ujian ini. Hingga nanti aku bisa naik tingkat untuk menjawab soal-soal ujian selanjutnya yang pastinya akan memberikan banyak pelajaran hidup. Aku hanya ingin jadi manusia yang jauh lebih baik lagi. Terus dan selalu memperbaiki diri. Titik.

0 Response to " "
Post a Comment