Malam sebelumnya kabar itu mampir di telinga. Fieldtrip kami diberangkatkan terpisah. Hawa hawa si dewa badmood bakal muncul mulai terasa. semangat fieldtrip tiba-tiba hilang entah kemana. bukan apa-apa, ini hanya soal kebersamaan kita.
Bukankah pertimbangan untuk mengambil keputusan fieldtrip itu salah satunya beralasankan "kebersamaan" karena waktu kita sebentar lagi. kapan lagi bisa seperti ini??. Mungkin nanti kita sudah sibuk masing-masing. Dan apa jadinya jika sudah seperti ini ?? kenapa harus kami yang dikorbankan?? apa tidak ada segelintir saja yang peduli perasaan sebagian dari mereka yang terpisahkan, atau sebagian dari kami yang dipisahkan, atau bahkan mungkin perasaan dari kami semua "MSP48".
Siapa yang tahu kalo ternyata kami semua atau mungkin sebagian dari kami sedih dengan keputusan itu. entahlah. yah mungkin tidak ada yang tahu dan bahkan tidak ada yang mau peduli.
Tapi saya peduli. Saya sedih. Saya kecewa. Saya tidak bersuara. Saya diam seribu bahasa. Saya hanya berusaha menerima. menerima dengan penerimaan yang paling baik.
Saya menoleh sekeliling melihat wajah - wajah mereka saat keputusan itu dijelaskan. Satu yang saya tangkap bahwa mereka juga tidak menginginkan itu. Bahkan sebagian dari mereka mungkin memberontak dalam hati. Hening. Tetap tidak ada yang bersuara. Karena percuma. Bahkan kesempatan untuk mengajukan opsi lain pun tidak ada. Sekali lagi kenapa harus kami yang jadi korban ?? apa tidak ada segelintir saja yang peduli dengan mereka yang bersusah payah melunaskan pembayaran dan ternyata keputusan jauh di luar dugaan. Memisahkan kami.
Apakah kalian setuju dengan kalimat ini ?? "Kebersamaan itu akan sangat terasa saat di perjalanan bukan saat di lapangan saat kita akan sibuk mengerjakan tugas bahkan mungkin tingkat egois dari masing masing akan semakin jelas". Saya yakin kalian berfikiran sama. Tolong jangan bohongi kata hati kalian. Saya pikir 50 persen bagian dari kebersamaan itu akan hilang karena keputusan ini. Entahlah.
Kekecewaan ini, kesedihan ini, tumpah begitu saja lewat tulisan ini. semoga kita semua diberi kekuatan dan kelancaran dalam melaksanakan kegiatan fieldtrip yang katanya di awal mengusung asas kebersamaan. Semangat buat kita semua. terkhusus buat semangat fieldtrip saya yang hilang entah kemana. saya sudah tidak peduli entah besok, lusa atau kapan saja engkau mau kembali, terserah.
Sekali ini saya juga mencoba egois, egois dengan diri saya sendiri seperti seseorang atau beberapa orang yang egois dengan keputusannya.
Meskipun kita terpecah tapi kita tetap satu bukan ?? karena kita MSP48.
mohon maaf jika saya lancang. mohon maaf jika saya berontak hanya lewat tulisan. anggap saja ini bentuk pemberontakan sia sia dari saya.
yah. semoga fieldtrip ini berkah. Amiin yaa Rabb.
#latepost #randomfeel #wednesday #14032014 #10pm

0 Response to "Harapan = kecewa = rela = berkah"
Post a Comment