Seperti bayi yang baru lahir ?? bukan fisik ataupun mentalnya. Ini hanya ungkapan dari kalimat lain seperti "memulai semuanya dari awal" benar-benar memperbaiki niat, menerima semua kenyataan. Apalagi yang harus ditunggu?, apalagi yang harus didengar? Saya kira semuanya sudah jelas :) Itu yang kamu harapkan dengar kan, Risma?? Perkiraanmu nda pernah meleset kan, Risma?? Oh God, u're like a paranormal Risma :)
Yah, semuanya benar-benar sudah jelas sekarang, dan semuanya benar-benar harus saya akhiri. Bukan, lebih tepatnya saya terima. Saya tidak bisa menuntut menghilangkan saat ini juga. "Allah yang memberikan rasa, Allah juga yang akan menghilangkannya" tiba-tiba terngiang perkataan seorang teman, teman terbaik :) Menunggu saat itu, benar-benar menunggu. Seandainya ada obat buat menghilangkan itu saat ini juga akan saya usahakan semaksimal mungkin untuk membelinya, tapi sepertinya tidak ada. Tetapi ada yang lebih ampuh dari itu, tetap menjaga hati sembari memperbaiki diri, lebih mendekatkan diri pada sang Ilahi jauh lebih ampuh buat menenangkan, meskipun tidak akan menghilang secepat kilat, tapi semuanya butuh proses bukan? Jalani prosesnya, nikmati dan syukuri hasilnya :)
Saya kira saya sudah terbiasa melewati masalah seperti ini. Ini perumpamaan sebuah ujian ulang, karena dimasa ujian terdahulu saya pikir saya gagal, karena saya kabur dari masalah. Saya merantau jauh ke kota hujan ini niat awalnya karena untuk menghindar, tapi ternyata ini sebuah kecelakaan yang baik sepertinya. Di kota ini saya bisa menjadi lebih dewasa, setidaknya sedikit lebih mandiri dan tidak manja. Niat yang awalnya kurang baik itu akhirnya menjadi baik ketika niat saya luruskan benar-benar untuk menuntut ilmu dan mencari pengalaman :) Kini??? Saya kembali dihadapkan pada masalah yang sama. Tapi dengan sedikit cerita berbeda. Mau lari kemana lagi???? Ini adalah ujian kedua saya, ujian hidup yang jauh lebih sulit dari ujian di akhir semester bahkan mungkin lebih sulit dari ujian saat sidang untuk mendapatkan gelar sarjana dan saya tidak mau gagal lagi. Saya ingin naik tingkat. Saya ingin jadi manusia yang lebih baik lagi. Titik.
Terima kasih banyak sudah mengajarkan banyak hal pada saya. Terima kasih banyak sudah memberikan warna di hidup saya. Terima kasih banyak buat perhatian dan perlakuannya beberapa bulan di tahun kemarin (April - September) *ahahaha bahkan saya masih ingat waktunya, sedikit berlebihan -__-" setidaknya itu membuat saya "beberapa saat" merasa dianggap sebagai seorang manusia, lebih tepatnya seorang perempuan. karena jujur *kata yang digunakan orang Indonesia untuk membuktikan kejujurannya, bukan?? :) saya tidak pernah diperlakukan seperti itu. Saya memang tidak seberuntung perempuan-perempuan lainnya untuk terlahir dengan fisik "idaman setiap wanita" bahkan "idaman setiap pria". Bahkan saya sempat minder, banyak yang sering mengejek "dasar gendut" atau apapun itu, tapi tidak akan ada kata "langsing" kan kalau tidak ada kata "gendut". Untungnya rasa syukur saya masih jauh lebih besar dari rasa minder saya. Hingga akhirnya, telinga saya jadi kebal mendengar kata-kata ejekan itu. Tapi ternyata saya dipertemukan dengan "beliau" yang memperlakukan saya dengan baik. Saking baiknya hingga membuat saya salah mengartikan. Maaf untuk kesalahpahaman saya yang membuat semuanya berakhir kurang mengenakkan. Belum berakhir sih, masih ada beberapa satu tahun lagi mungkin, sampai saya kembali ke alam saya, sampai saya benar-benar menghilang dari kota ini. Meskipun silaturrahmi akan tetap berjalan, sepertinya ada benang merah yang kusut dan akan tetap kusut, tidak bisa ditarik untuk diuraikan. Terlalu sulit untuk meluruskan masalah. Masalah yang sebenarnya hanya seorang "saya" yang merasakan. Saya pikir menjadi aktris untuk masalah ini adalah cara terbaik. Bersandiwara layaknya seorang aktris di layar kaca. Mencoba untuk tetap baik-baik saja, dan atas izin Allah semuanya akan baik-baik saja. Cara terbaik demi kebaikan bersama. Kebaikan buat kalian, buat saya, dan kita semua :)
Setelah semuanya jelas beberapa hari kemarin, akhirnya ada dorongan buat saya melangkah terus tanpa menengok kembali ke belakang. Sedikit "shock terapy" beberapa hari kemarin bahkan efeknya masih terasa sampai sekarang. Berasa akting di hadapan teman-teman. Akting terbaik yang pernah saya lakukan. Maafkan saya ya Allah, Engkau mengerti kan dengan apa yang saya lakukan itu? Saya yakin Allah akan memaafkan hambaNya yang akting untuk kebaikan bersama. Semoga Allah melancarkan semuanya hingga dua minggu kedepan. FOKUS UAS dulu lah yah :). Saat liburan nanti, balik ke rumah, berkumpul bersama keluarga adalah hal yang paling saya inginkan di saat seperti ini. Bukan "melupakan masalah sejenak" yang akan saya katakan, tapi "memperbaiki niat dan menjadi seperti bayi baru lahir". Ketika kembali ke kota ini, semuanya benar-benar "like newborn babies" Semoga Allah meridhoi :) Amiin yaa Allah.
#Al-hayah - 05012014 - 2:57 am

0 Response to "Like newborn Babies"
Post a Comment